Rabu, 09 September 2015


Reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari

Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan penggunaan bahan kimia yang dipakai sehari-hari. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering jumpai tapi tidak menyadarinya dan ini lah contoh – contohnya :
  1.  PENGOLAHAN AIR KOTOR ( SEWAGE )


=> pengolahan air kotor ada 3 tahap : tahap primer, sekunder, dan tersier. Saya akan menying kat tahap ini satu persatu. . . . .
a) TAHAP PRIMER
=> untuk memisahkan sampah yang tidak larut air, yang dilakukan dengan penyaringan dan pengendapan.
b) TAHAP SEKUNDER
=> untuk menghilangkan BOD dengan jalan mengOKSIDASInya.
c) TAHAP TERSIER
=> untuk menghilangkan sampah yang masih terdapat.
2.    PEMBAKARAN
Pembakaran merupakan contoh reaksi redoks yang paling umum. Pada pembakaran propana (C3H8-;) di udara (mengandung O2), atom karbon teroksidasi membentuk CO2 dan atom oksigen tereduksi menjadi H2O.
3.    BATERAI NIKEL KADMIUM
Baterai nikel-kadmium merupakan jenis baterai yang dapat diisi ulang seperti aki,baterai HP, dll. Anoda yang digunakan adalah kadmium, katodanya adalah nikel danelektrolitnya adalah KOH. Reaksi yang terjadi:
anoda : Cd + 2 OH-→Cd(OH)2+ 2e
katoda : NiO(OH) + H2O→Ni(OH)2+ OH-
Potensial sel yang dihasilkan sebesar 1,4 volt.
4.    AKI

Jenis baterai yang sering digunakan pada mobil adalah baterai 12 volt timbal-asamyang biasa dinamakan Aki. Baterai ini memiliki enam sel 2 volt yang dihubungkanseri. Logam timbal dioksidasi menjadi ion Pb2+ dan melepaskan duaelektron di anoda. Pb dalam timbal (IV) oksida mendapatkan dua elektron danmembentuk ion Pb2+ di katoda. Ion Pb2+bercampur dengan ion SO42- dari asamsulfat membentuk timbal (II) sulfat pada tiap-tiap elektroda. Jadi reaksi yang terjadiketika baterai timbal-asam digunakan menghasilkan timbal sulfat pada keduaelektroda
.PbO2+ Pb + 2H2SO4→2PbSO4+ 2H2O
Reaksi yang terjadi selama penggunaan baterai timbal-asam bersifat spontan dantidak memerlukan input energi. Reaksi sebaliknya, mengisi ulang baterai, tidakspontan karena membutuhkan input listrik dari mobil. Arus masuk ke baterai danmenyediakan energi bagi reaksi di mana timbal sulfat dan air diubah menjaditimbal(IV) oksida, logam timbal dan asam sulfat.
2PbSO4+ 2H2O→PbO2+ Pb + 2H2SO4.
5.    PERKARATAN PADA BESI

Korosi terjadi melalui reaksi redoks, di mana logam mengalami oksidasi, 
sedangkan oksigen mengalami reduksi. 
Karat logam umumnya berupa oksida atau karbonat. 
Karat pada besi berupa zat yang berwarna cokelat-merah dengan rumus kimia 
........................................... Fe2O3·xH2O. 

Oksida besi (karat) dapat mengelupas, sehingga secara bertahap permukaan 
yang baru terbuka itu mengalami korosi. Berbeda dengan aluminium, hasil 
korosi berupa Al2O3 membentuk lapisan yang melindungi lapisan logam dari 
korosi selanjutnya. Hal ini dapat menerangkan mengapa panic dari besi lebih 
cepat rusak jika dibiarkan, sedangkan panci dari aluminium lebih awet. 

Korosi secara keseluruhan merupakan proses elektrokimia. 
Pada korosi besi, bagian tertentu dari besi sebagai anode, 
di mana besi mengalami oksidasi. 

......................................... Fe(s) à Fe2+(aq) + 2e– 

Elektron yang dibebaskan dalam oksidasi akan mengalir ke bagian lain untuk 
mereduksi oksigen. 

......................................... O2(g) + 2 H2O(l) + 4e– à 4 OH–(l) 

Ion besi(II) yang terbentuk pada anode akan teroksidasi membentuk besi(III) yang 
kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi Fe2O3·xH2O yang disebut karat
.
6.    PENGOLAHAN ALUMUNIUM

Zaman dahulu kala, Alumunium termasuk logam yang harganya mahal dipasaran. Hal ini dikarenakan jumlahnya yang sedikit di alam dan cara mendapatannya yang cukup sulit. Cara memperolehnya dengan cara elektrolisis tidak berhasil karena apabila larutan garam alumunium dihidrolisis, air lebih mudah direduksi daripada Ion Alumunium. Hal ini menyebabkan gas Hidrogen yang terbentuk di anoda dan bukannya Alumunium. Elektrolisis leburan Alumunium juga tidak berhasil karena 2 hal : Larutan tidak berbentuk ion dan senyawanya mudah menguap apabila bersuhu tinggi. Elektrolisis oksidanya juga tidak praktis karena titik lelehnya yang tinggi yang mencapai 2000 derajat celsius.Pada tahun 1886, Charles Hall dari Oberlin College menemukan cara yang dapat digunakan untuk mengelektrolisis Alumunium Oksida dengan menggunakan Al2O 3dengan Kriolit Na3AlF3. Penambahan Kriolit ke dalam Al2O3 menurunkan temperatur campuran hingga 1000 derajat celcius, sehingga elektrolisi dapat dilaksanakan. Bejana yang menampung campuran alumunium terbuat dari besiyang dilapisi beton yang bertindak sebagai katoda dan batang karbon yang berfungsi sebagai Anoda.
Itulah sebagian besar contoh reaksi redok dalam kehidupan sehari – hari. Masih banyak lagi reaksi redok dalam alam ini termasuk zat pemutih, pengolahan magnesium, peleburan biji logam dan lain – lain.


Referensi:







http://www.atep-afia.net/2015/09/tugas-01-kpli-reguler-artikel-kimia.html

1 komentar:

  1. Tolong jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi korosi pada besi!!!

    BalasHapus