Reaksi redoks dalam
kehidupan sehari-hari
Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan penggunaan bahan
kimia yang dipakai sehari-hari. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering jumpai
tapi tidak menyadarinya dan ini lah contoh – contohnya :
- PENGOLAHAN AIR KOTOR ( SEWAGE )
=>
pengolahan air kotor ada 3 tahap : tahap primer, sekunder, dan tersier. Saya
akan menying kat tahap ini satu
persatu. . . . .
a)
TAHAP PRIMER
=>
untuk memisahkan sampah yang tidak larut air, yang dilakukan dengan penyaringan
dan pengendapan.
b)
TAHAP SEKUNDER
=>
untuk menghilangkan BOD dengan jalan mengOKSIDASInya.
c)
TAHAP TERSIER
=> untuk menghilangkan
sampah yang masih terdapat.
2.
PEMBAKARAN
Pembakaran merupakan contoh
reaksi redoks yang paling umum. Pada pembakaran propana (C3H8-;) di udara
(mengandung O2), atom karbon teroksidasi membentuk CO2 dan atom oksigen
tereduksi menjadi H2O.
3.
BATERAI NIKEL KADMIUM
Baterai nikel-kadmium merupakan
jenis baterai yang dapat diisi ulang seperti aki,baterai HP, dll. Anoda yang
digunakan adalah kadmium, katodanya adalah nikel danelektrolitnya adalah KOH.
Reaksi yang terjadi:
anoda : Cd + 2 OH-→Cd(OH)2+ 2e
katoda : NiO(OH) + H2O→Ni(OH)2+
OH-
Potensial sel yang dihasilkan
sebesar 1,4 volt.
4.
AKI
Jenis baterai yang sering
digunakan pada mobil adalah baterai 12 volt timbal-asamyang biasa dinamakan
Aki. Baterai ini memiliki enam sel 2 volt yang dihubungkanseri. Logam timbal
dioksidasi menjadi ion Pb2+ dan melepaskan duaelektron di anoda. Pb dalam
timbal (IV) oksida mendapatkan dua elektron danmembentuk ion Pb2+ di katoda.
Ion Pb2+bercampur dengan ion SO42- dari asamsulfat membentuk timbal (II) sulfat
pada tiap-tiap elektroda. Jadi reaksi yang terjadiketika baterai timbal-asam
digunakan menghasilkan timbal sulfat pada keduaelektroda
.PbO2+ Pb + 2H2SO4→2PbSO4+ 2H2O
Reaksi yang terjadi selama
penggunaan baterai timbal-asam bersifat spontan dantidak memerlukan input
energi. Reaksi sebaliknya, mengisi ulang baterai, tidakspontan karena
membutuhkan input listrik dari mobil. Arus masuk ke baterai danmenyediakan energi
bagi reaksi di mana timbal sulfat dan air diubah menjaditimbal(IV) oksida,
logam timbal dan asam sulfat.
2PbSO4+ 2H2O→PbO2+ Pb + 2H2SO4.
5.
PERKARATAN PADA BESI
Korosi terjadi melalui reaksi redoks, di mana logam
mengalami oksidasi,
sedangkan oksigen mengalami reduksi.
Karat logam umumnya berupa oksida atau karbonat.
Karat pada besi berupa zat yang berwarna cokelat-merah dengan rumus kimia
........................................... Fe2O3·xH2O.
Oksida besi (karat) dapat mengelupas, sehingga secara bertahap permukaan
yang baru terbuka itu mengalami korosi. Berbeda dengan aluminium, hasil
korosi berupa Al2O3 membentuk lapisan yang melindungi lapisan logam dari
korosi selanjutnya. Hal ini dapat menerangkan mengapa panic dari besi lebih
cepat rusak jika dibiarkan, sedangkan panci dari aluminium lebih awet.
Korosi secara keseluruhan merupakan proses elektrokimia.
Pada korosi besi, bagian tertentu dari besi sebagai anode,
di mana besi mengalami oksidasi.
......................................... Fe(s) à Fe2+(aq) + 2e–
Elektron yang dibebaskan dalam oksidasi akan mengalir ke bagian lain untuk
mereduksi oksigen.
......................................... O2(g) + 2 H2O(l) + 4e– à 4 OH–(l)
Ion besi(II) yang terbentuk pada anode akan teroksidasi membentuk besi(III) yang
kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi Fe2O3·xH2O yang disebut karat.
sedangkan oksigen mengalami reduksi.
Karat logam umumnya berupa oksida atau karbonat.
Karat pada besi berupa zat yang berwarna cokelat-merah dengan rumus kimia
........................................... Fe2O3·xH2O.
Oksida besi (karat) dapat mengelupas, sehingga secara bertahap permukaan
yang baru terbuka itu mengalami korosi. Berbeda dengan aluminium, hasil
korosi berupa Al2O3 membentuk lapisan yang melindungi lapisan logam dari
korosi selanjutnya. Hal ini dapat menerangkan mengapa panic dari besi lebih
cepat rusak jika dibiarkan, sedangkan panci dari aluminium lebih awet.
Korosi secara keseluruhan merupakan proses elektrokimia.
Pada korosi besi, bagian tertentu dari besi sebagai anode,
di mana besi mengalami oksidasi.
......................................... Fe(s) à Fe2+(aq) + 2e–
Elektron yang dibebaskan dalam oksidasi akan mengalir ke bagian lain untuk
mereduksi oksigen.
......................................... O2(g) + 2 H2O(l) + 4e– à 4 OH–(l)
Ion besi(II) yang terbentuk pada anode akan teroksidasi membentuk besi(III) yang
kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi Fe2O3·xH2O yang disebut karat.
6.
PENGOLAHAN ALUMUNIUM
Zaman dahulu kala, Alumunium termasuk logam yang harganya
mahal dipasaran. Hal ini dikarenakan jumlahnya yang sedikit di alam dan cara mendapatannya
yang cukup sulit. Cara memperolehnya dengan cara elektrolisis tidak berhasil
karena apabila larutan garam alumunium dihidrolisis, air lebih mudah direduksi
daripada Ion Alumunium. Hal ini menyebabkan gas Hidrogen yang terbentuk di
anoda dan bukannya Alumunium. Elektrolisis leburan Alumunium juga tidak
berhasil karena 2 hal : Larutan tidak berbentuk ion dan senyawanya mudah
menguap apabila bersuhu tinggi. Elektrolisis oksidanya juga tidak praktis
karena titik lelehnya yang tinggi yang mencapai 2000 derajat celsius.Pada tahun 1886, Charles Hall
dari Oberlin College menemukan cara yang dapat digunakan untuk mengelektrolisis
Alumunium Oksida dengan menggunakan Al2O 3dengan Kriolit Na3AlF3. Penambahan
Kriolit ke dalam Al2O3 menurunkan temperatur campuran hingga 1000 derajat
celcius, sehingga elektrolisi dapat dilaksanakan. Bejana yang menampung
campuran alumunium terbuat dari besiyang dilapisi beton yang bertindak sebagai
katoda dan batang karbon yang berfungsi sebagai Anoda.
Itulah sebagian besar contoh reaksi redok dalam kehidupan
sehari – hari. Masih banyak lagi reaksi redok dalam alam ini termasuk zat
pemutih, pengolahan magnesium, peleburan biji logam dan lain – lain.
Referensi:
http://www.atep-afia.net/2015/09/tugas-01-kpli-reguler-artikel-kimia.html




Tolong jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi korosi pada besi!!!
BalasHapus