Rabu, 30 September 2015



PENGARUH KONSENTRASI ASAM DAN DIAMETER SPOT REAKSI PADA KEMAMPUAN DETEKSI TEST KIT MERKURI(II).
Silvi Avianti Indriana, Hermin Sulistyarti*, Atikah

ABSTRAK
Test kit merkuri(II) telah berhasil dibuat berbasis pada pembentukan kompleks merkuri(II)-ditizonat yang berwarna oranye. Pada penelitian ini dilakukan optimasi konsentrasi asam yang mempengaruhi kestabilan kompleks merkuri (II) ditizon dan diperoleh konsentrasi optimum 2 M. Pada kondisi asam optimum, test kit larutan dapat digunakan untuk mendeteksi merkuri pada kisaran konsentrasi 0-10 ppm. Pengembangan test kit berbasis kertas memerlukan optimasi diameter spot reaksi yang melibatkan AKD (Alkyl Ketene Dimer) sebagai pembatas diameter spot reaksi yang bersifat hidrofobik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas warna kompleks merkuri (II) ditizon pada kertas meningkat dengan menurunnya diameter spot reaksi, dan diperoleh diameter optimum pada 1 cm. Penggunaan diameter optimum menunjukkan perbedaan intensitas warna untuk konsentrasi merkuri (II) pada konsentrasi 0, 10, dan 20 ppm.

Kata kunci : AKD, asam, ditizon, test kit merkuri, diameter spot reaksi.

PENDAHULUAN
Merkuri (Hg) merupakan bahan beracun yang masih banyak digunakan dalam berbagai aktivitas manusia seperti obat-obatan, cat, kertas, bidang pertanian dan pertambangan emas namun penanganan yang dilakukan masih kurang memadai [1]. Menurut badan POM Indonesia, aktivitas-aktivitas manusia tersebut dapat menghasilkan limbah merkuri hingga 10.000 ton/tahun. Akibat penggunaan merkuri yang melebihi batas aman tersebut kondisi perairan semakin buruk dan ekosistem laut menjadi rusak serta dapat mengakibatkan kerusakan pada sistem saraf, terganggunya kerja enzim, rusaknya selaput dinding (membran) sel, bronkhitis dan rusaknya paru-paru, bahkan dapat menyebabkan kematian.
Beberapa metode standar yang dapat digunakan untuk mendeteksi kandungan merkuri adalah spektrofotometri serapan atom (Atomic Absorption Spectrometry), spektrofotometri UV-Visible dan spektrofotometri sinar tampak. Akan tetapi, metode tersebut menggunakan instrumentasi yang mahal dan kurang cocok untuk analisis di lapangan. Metode alternatif yang sesuai untuk digunakan di lapang adalah test kit. Test kit merupakan alat yang dapat digunakan untuk mendeteksi kadar senyawa berdasarkan pembentukan warna larutan dan mudah dioperasikan.
Pada penelitian ini test kitmerkuri didasarkan pada pembentukan kompleks merkuri(II)- ditizonat, karena ditizon mudah bereaksi dengan merkuri (II) membentuk senyawa kompleks oranye yang stabil dalam kondisi asam. Oleh karena itu, pada penelitian ini perlu dilakukan optimasi konsentrasi asam nitrat untuk mengetahui kondisi asam yang sesuai pada pembentukan kompleks merkuri(II)-ditizonat yang stabil. Oleh karena itu, pada penelitian ini perlu dilakukan optimasi konsentrasi asam nitrat untuk mengetahui kondisi asam yang sesuai pada pembentukan kompleks merkuri(II)-ditizonat yang stabil.

METODE PENELITIAN Bahan dan alat
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat-alat gelas, kertas whatmann neraca analitik, spectronik 20, dan spektrofotometer UV-Vis Shimadzu 1601.
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan bahan kimia pro analisis (p.a) antara lain HgCl2, ditizon, ammonium hidroksida, asam klorida, larutan asam nitrat (HNO3), klorofom (CHCl3), n-heksana (Merck), AKD kecuali akuadem.

Prosedur
Penentuan Konsentrasi Asam Optimum Larutan merkuri 10 ppm dipipet sebanyak 3,2 mL dandimasukkan ke dalam botol ssampel 50 mL, ditambah 16 mL asam nitrat dengan variasi konsentrasi 1,5; 2; 2,5; 3 M dan ditambah 8 mL larutan ditizon 0,003%, dan dikocok. Setelah 8 menit lapisan kloroform yang mengandung kompleks berwarna oranye dari merkuri(II)-ditizonat difoto dan diukur absorbansinya pada panjang gelombang 493,5 nm dengan menggunakan Spectronik 20.

HASIL DAN PEMBAHASAN 
Penentuan konsentrasi asam optimum
Penentuan konsentrasi asam optimum bertujuan untuk mengetahui kondisi konsentrasi asam yang sesuai untuk membentuk kompleks merkuri(II)-ditizonat yang stabil sebagai dasar untuk mendeteksi kandungan merkuri, sehingga diperoleh sensitivitas dan selektivitas yang tinggi. menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi asam meningkatkan absorbansi senyawa kompleks merkuri(II)-ditizonat yang terbentuk, dengan absorbansi optimum dicapai pada penambahan konsentrasi asam nitrat 2 M.


Pembuatan Komparator Warna Test Kit Merkuri Kertas
Penentuan komparator warna test kit merkuri kertas dilakukan untuk mengetahui intensitas warna yang terbentuk pada setiap konsentrasi larutan merkuri. Komparator warna test kit merkuri ini dibuat dengan menggunakan diameter spot reaksi optimum (1 cm) dan asam optimum (2M) pada konsentrasi larutan merkuri 0-10 ppm, 10-100 ppm,

KESIMPULAN
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwakonsentrasi asam nitrat optimum adalah 2 M dan diameter spot reaksi sebesar 1 cm. Pada test kit merkuri berbasis warna larutan dapat digunakan untuk mendeteksi merkuri konsentrasi 0 -10 ppm dan test kit merkuri berbasis warna kertas hanya dapat mendeteksi merkuri konsentrasi 0, 10 dan 20 ppm.

DAFTAR PUSTAKA
1. Fardiaz, S, 1992, Polusi Air & Udara, Penerbit Kanisius, Jakarta.
2. Limbong, D., kumampung, J., Rimper, J., Arai, T., and Miyazaki, N., 2002, Emissions and Environmental Implications of Mercury from Artisanal Gold Mining in North, Sulawesi.
3. Safrul, H., 2003, Pencemaran Merkuri dan Strategi Penanganan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Pongkor, Jawa Barat, tesis, University Indonesia, Jakarta.
4. Subanri, 2008, Kajian Beban Pencemaran Merkuri (Hg) Terhadap Air Sungai Menyuke dan Gangguan Kesehatan padaPenambang Sebagai Akibat Penambangan Emas Tanpa Izin (Peti) Di Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak KalimantanBarat, tesis, Program Pasca Sarjana Magister Kesehatan Lingkungan, Universitas Diponegoro, Semarang.
5. Setiabudi, B. T., 2005,Penyebaran Merkuri Akibat Usaha Pertambangan Emas di Daerah Sangon, Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta, Yogyakarta.
6. Anonimous¹, 1994, Test Kit Definitions and Modifications Guideline, AOAC Research Institute.
7. Rajesh, N., and Gurulakshmanan, G., 2007, Solid Phase Extraction and Spectrophotometric Determination of Mercury by Adsorption of Its Diphenylthiocarbazone Complex On An Alumina Column, ScienceDirect, 69, Pages 391–395, Department of Chemistry, Birla Institute of Technology and Science, India.
8. Rizky, F., Indriana, S., Putra, B., Nashukha, H., dan Gunawan, D., 2012, PKM-P: Pembuatan Test Kit Untuk Mendeteksi Kandungan Merkuri pada Limbah Penambangan Emas Rakyat, Universitas Brawijaya, Malang.
SUMBER : PENGARUH KONSENTRASI ASAM DAN DIAMETER SPOT REAKSI PADA KEMAMPUAN DETEKSI TEST KIT MERKURI(II).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar