PENGARUH KONSENTRASI ASAM DAN DIAMETER SPOT
REAKSI PADA KEMAMPUAN DETEKSI TEST KIT MERKURI(II).
Silvi
Avianti Indriana, Hermin Sulistyarti*, Atikah
ABSTRAK
Test
kit merkuri(II)
telah berhasil dibuat berbasis pada pembentukan kompleks merkuri(II)-ditizonat
yang berwarna oranye. Pada penelitian ini dilakukan optimasi konsentrasi asam
yang mempengaruhi kestabilan kompleks merkuri (II) ditizon dan diperoleh
konsentrasi optimum 2 M. Pada kondisi asam optimum, test kit larutan
dapat digunakan untuk mendeteksi merkuri pada kisaran konsentrasi 0-10 ppm.
Pengembangan test kit berbasis kertas memerlukan optimasi diameter spot
reaksi yang melibatkan AKD (Alkyl Ketene Dimer) sebagai pembatas
diameter spot reaksi yang bersifat hidrofobik. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa intensitas warna kompleks merkuri (II) ditizon pada kertas
meningkat dengan menurunnya diameter spot reaksi, dan diperoleh diameter
optimum pada 1 cm. Penggunaan diameter optimum menunjukkan perbedaan intensitas
warna untuk konsentrasi merkuri (II) pada konsentrasi 0, 10, dan 20 ppm.
Kata kunci : AKD, asam, ditizon, test kit merkuri, diameter spot reaksi.
PENDAHULUAN
Merkuri (Hg) merupakan bahan beracun yang masih banyak
digunakan dalam berbagai aktivitas manusia seperti obat-obatan, cat, kertas,
bidang pertanian dan pertambangan emas namun penanganan yang dilakukan masih
kurang memadai [1]. Menurut badan POM Indonesia, aktivitas-aktivitas manusia
tersebut dapat menghasilkan limbah merkuri hingga 10.000 ton/tahun. Akibat
penggunaan merkuri yang melebihi batas aman
tersebut kondisi perairan semakin buruk dan ekosistem laut menjadi rusak serta
dapat mengakibatkan kerusakan pada sistem saraf, terganggunya kerja enzim, rusaknya
selaput dinding (membran) sel, bronkhitis dan rusaknya paru-paru, bahkan dapat
menyebabkan kematian.
Beberapa metode standar yang dapat digunakan untuk mendeteksi
kandungan merkuri adalah spektrofotometri serapan atom (Atomic Absorption
Spectrometry), spektrofotometri UV-Visible dan spektrofotometri sinar
tampak. Akan tetapi, metode tersebut menggunakan instrumentasi yang mahal dan
kurang cocok untuk analisis di lapangan. Metode alternatif yang sesuai untuk
digunakan di lapang adalah test kit. Test kit merupakan alat yang dapat
digunakan untuk mendeteksi kadar senyawa berdasarkan pembentukan warna larutan
dan mudah dioperasikan.
Pada penelitian ini test kitmerkuri didasarkan pada
pembentukan kompleks merkuri(II)- ditizonat, karena ditizon mudah bereaksi
dengan merkuri (II) membentuk senyawa kompleks oranye yang stabil dalam kondisi
asam. Oleh karena itu, pada penelitian ini perlu dilakukan optimasi konsentrasi
asam nitrat untuk mengetahui kondisi asam yang sesuai pada pembentukan kompleks
merkuri(II)-ditizonat yang stabil. Oleh karena itu, pada penelitian ini perlu
dilakukan optimasi konsentrasi asam nitrat untuk mengetahui kondisi asam yang
sesuai pada pembentukan kompleks merkuri(II)-ditizonat yang stabil.
METODE PENELITIAN Bahan dan alat
Alat yang digunakan dalam
penelitian ini adalah alat-alat gelas, kertas whatmann neraca analitik,
spectronik 20, dan spektrofotometer UV-Vis Shimadzu 1601.
Bahan yang digunakan dalam
penelitian ini merupakan bahan kimia pro analisis (p.a) antara lain HgCl2, ditizon,
ammonium hidroksida, asam klorida, larutan asam nitrat (HNO3), klorofom
(CHCl3),
n-heksana (Merck), AKD kecuali akuadem.
Prosedur
Penentuan Konsentrasi Asam
Optimum Larutan merkuri 10 ppm
dipipet sebanyak 3,2 mL dandimasukkan ke dalam botol ssampel 50 mL, ditambah 16
mL asam nitrat dengan variasi konsentrasi 1,5; 2; 2,5; 3 M dan ditambah 8 mL
larutan ditizon 0,003%, dan dikocok. Setelah 8 menit lapisan kloroform yang
mengandung kompleks berwarna oranye dari merkuri(II)-ditizonat difoto dan
diukur absorbansinya pada panjang gelombang 493,5 nm dengan menggunakan Spectronik
20.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penentuan konsentrasi asam optimum
Penentuan konsentrasi asam
optimum bertujuan untuk mengetahui kondisi konsentrasi asam yang sesuai untuk
membentuk kompleks merkuri(II)-ditizonat yang stabil sebagai dasar untuk
mendeteksi kandungan merkuri, sehingga diperoleh sensitivitas dan selektivitas
yang tinggi. menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi asam meningkatkan
absorbansi senyawa kompleks merkuri(II)-ditizonat yang terbentuk, dengan
absorbansi optimum dicapai pada penambahan konsentrasi asam nitrat 2 M.
Pembuatan Komparator Warna Test Kit Merkuri Kertas
Penentuan komparator warna test kit merkuri kertas dilakukan untuk mengetahui intensitas warna yang terbentuk pada setiap konsentrasi larutan merkuri. Komparator warna test kit merkuri ini dibuat dengan menggunakan diameter spot reaksi optimum (1 cm) dan asam optimum (2M) pada konsentrasi larutan merkuri 0-10 ppm, 10-100 ppm,
KESIMPULAN
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwakonsentrasi asam
nitrat optimum adalah 2 M dan diameter spot reaksi sebesar 1 cm. Pada test kit
merkuri berbasis warna larutan dapat digunakan untuk mendeteksi merkuri
konsentrasi 0 -10 ppm dan test kit merkuri berbasis warna kertas hanya dapat
mendeteksi merkuri konsentrasi 0, 10 dan 20 ppm.
DAFTAR PUSTAKA
1. Fardiaz, S, 1992, Polusi Air & Udara, Penerbit
Kanisius, Jakarta.
2. Limbong, D., kumampung, J., Rimper, J., Arai, T., and
Miyazaki, N., 2002, Emissions and Environmental Implications of Mercury from
Artisanal Gold Mining in North, Sulawesi.
3. Safrul, H., 2003, Pencemaran Merkuri dan Strategi
Penanganan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Pongkor, Jawa Barat, tesis,
University Indonesia, Jakarta.
4. Subanri, 2008, Kajian Beban Pencemaran Merkuri (Hg)
Terhadap Air Sungai Menyuke dan Gangguan Kesehatan padaPenambang Sebagai Akibat
Penambangan Emas Tanpa Izin (Peti) Di Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak
KalimantanBarat, tesis, Program Pasca Sarjana Magister Kesehatan Lingkungan,
Universitas Diponegoro, Semarang.
5. Setiabudi, B. T., 2005,Penyebaran Merkuri Akibat Usaha
Pertambangan Emas di Daerah Sangon, Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta,
Yogyakarta.
6. Anonimous¹, 1994, Test Kit Definitions and Modifications
Guideline, AOAC Research Institute.
7. Rajesh, N., and Gurulakshmanan, G., 2007, Solid Phase
Extraction and Spectrophotometric Determination of Mercury by Adsorption of Its
Diphenylthiocarbazone Complex On An Alumina Column, ScienceDirect, 69, Pages
391–395, Department of Chemistry, Birla Institute of Technology and Science,
India.
8. Rizky, F., Indriana, S., Putra, B., Nashukha, H., dan
Gunawan, D., 2012, PKM-P: Pembuatan Test Kit Untuk Mendeteksi Kandungan Merkuri
pada Limbah Penambangan Emas Rakyat, Universitas Brawijaya, Malang.
SUMBER : PENGARUH KONSENTRASI ASAM DAN DIAMETER SPOT REAKSI PADA KEMAMPUAN DETEKSI TEST KIT MERKURI(II).
SUMBER : PENGARUH KONSENTRASI ASAM DAN DIAMETER SPOT REAKSI PADA KEMAMPUAN DETEKSI TEST KIT MERKURI(II).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar