Rabu, 04 November 2015


Selamat malam gays, kali ini saya akan mencoba menberi gambaran istilah – istilah lingkungan dalam ilmu pendidikan. Yuuk mari kita baca ini,. . .
Upaya mengurangi atau melenyapkan pencemaran dengan cara membuat peraturan atau tindakan teknis, atau kedua-duanya
Proses atau peristiwa pengausan oleh gesekan atau gerakkan rombakan air sungai atau laut, air hujan, hujan es, atau angin.
Upaya mengurangi atau melenyapkan pencemaran dengan cara membuat peraturan atau tindakan teknis, atau kedua-duanya
Proses atau peristiwa pengausan oleh gesekan atau gerakkan rombakan air sungai atau laut, air hujan, hujan es, atau angin.
Istilah adaptasi dalam perubahan iklim adalah segala upaya untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh perubahan iklim sekaligus memaksimalkan manfaat positif yang mungkin ditimbulkan.
Penghargaan yang diberikan pemerintah bagi koto-kota yang telah empat kali meraih Adipura.Setiap aspek manajemen dan peran serta masyarakat (termasuk PKK dan Kesehatan) harus mempunyai nilai 80% dari nilai maksimum setiap aspek tersebut,dan nilai fisik harus lebih besar atau sama dengan 80% dari nilai maksimum.
1. Pelekatan suatu bahan pada permukaan suatu padatan atau cair sering digunakan mengekstraksi polutan dengan jalan mengikat dengan bahan adsorben penolakan air,digunakan mengekstraksi minyak dari saluran air dalam tumpahan. 
2.Suatu tipe tarik menarik (adesi) yang terjadi pada permukaan suatu padatan atau cairan dalam kontrak dengan medium lain,menghasilkan kenaikan konsentrasi molekul medium hampir disekitar permukaan padat atau cairan itu.
Proses satuan kimia lanjutan;operasi kimia pada skala lebih besar dari pada skala laboratorium yang terdiri dari sederet operasi satuan yang canggih; biasanya dilakukan dalam pabrik kimia maupun dalam pengolahan limbah .
Pengaliran udara ke dalam air untuk menigkatkan kandungan oksigen dengan memancarkan air atau melewatkan gelembung udara ke dalam air.
Air 
Istilah air dalam PP No. 82/2001 adalah semua air yang terdapat di atas dan di bawah permukaan tanah kecuali air laut dan air fosil.
Air yang mempunyai daya mengalir ke suatu tempat.
Air yang terdapat dalam alam, baik dalam atmosfer (butiran air yang berbentuk kabut atau awan), dalam laut dengan kandungan garam yang tinggi, air permukaan (sungai dan danau)yang tawar serta air tanah; namun istilah ini biasanya digunakan dalam perbandingan dengan air olahan (air suling dan air demineral) baik untuk air minum maupun air industri
Air yang praktis tidak mengandung oksigen bebas, baik karena tersekat dari udara bebas maupun karena kandungan zat dengan COD tinggi.
Air dari bahan air yang diolah menjadi air minum yang pada pokoknya dilakukan dengan cara koagulasi pengendapan penyaringan dan penyucihamaan.
Perairan dengan pH di atas 8, yang diakibatkan oleh pencemaran industri atau karena air itu melewati bantuan kapur.
Air yang sebagian besar hidrogennya berupa isotop 2H atau deterium.
Air yang mengalir masuk kedalam lubang-lubang bak cuci rongga terbuka, dan bahkan terbuang serta lenyap kedalam tanah.
1. Air yang membawa sampah (limbah) dari rumah (tempat tinggal), bisnis, dan industri; suatu campuran air dan pendapatan terlarut atau tersuspensi. 2. air buangan dari hasil kegiatan proses yang dibuang keadaan lingkungan.
Air limbah yang mengalir balik dalam suatu pengolahan limbah akibat gerakan baling-baling.
Air limbah yang sengaja tidak dibuang karena dipergunakan sebagai bobot pengimbang, misalnya dalam kapal.
Air yang mengandung ion alkali tanah dengan konsentrasi rendah dan biasanya berasal dari bantuan asam; dikatakan rendah jika kandungan CaCo3 kurang dari 50 mg per liter.
Air yang mutunya (kualitasnya) memenuhi syarat-syarat sebagai air minum seperti yang ditetapkan dalam peraturan menteri kesehatan republik indonesia.
Air dari badan air yang dalam keadaan alami dipergunakan untuk pamandian bagi umum.
1. Semua air yang permukaannya terbuka terhadap atmosfer. 2. Semua perairan pada permukaan tanah; dalam oseanografi adalah air permukaan suatu laut yang merupakan lapisan campuran laut itu. (surface water)
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Arus 
Gerakan air yang tidak priodik, ditimbulkan oleh tenaga luar , termasuk gesekan tekanan angin, berubah karena tekanan atmosfer, bergradian densitas horizontal disebabkan perbedaan pemanasan atau karena difusi bahan terlarut dari sedimen dan aliran air ke danau berhubungan dengan waktu penyimpangan dan pengeluaran.
Lapisan udara yang menyelimuti planet bumi. Atmosfer terdiri dari nitrogen (79,1%), oksigen (20,9%), karbondioksida (60,03%) dan beberapa gas mulia (argon, helium, xenon dan lain-lain), ditambah dengan uap air, ammonia, zat-zat organik, ozon, berbagai garam-garaman, dan partikel padat tersuspensi. Atmosfer bumi terdiri dari berbagai lapisan, yaitu berturut-turut dari bawah ke atas adalah troposfer, stratosfer, mesosfer, dan termosfer.
Semoga penjelasan di atas bermanfaat untuk para pembaca semua,
Sekian dan terima kasih.

refrensi :



Rabu, 30 September 2015



PENGARUH KONSENTRASI ASAM DAN DIAMETER SPOT REAKSI PADA KEMAMPUAN DETEKSI TEST KIT MERKURI(II).
Silvi Avianti Indriana, Hermin Sulistyarti*, Atikah

ABSTRAK
Test kit merkuri(II) telah berhasil dibuat berbasis pada pembentukan kompleks merkuri(II)-ditizonat yang berwarna oranye. Pada penelitian ini dilakukan optimasi konsentrasi asam yang mempengaruhi kestabilan kompleks merkuri (II) ditizon dan diperoleh konsentrasi optimum 2 M. Pada kondisi asam optimum, test kit larutan dapat digunakan untuk mendeteksi merkuri pada kisaran konsentrasi 0-10 ppm. Pengembangan test kit berbasis kertas memerlukan optimasi diameter spot reaksi yang melibatkan AKD (Alkyl Ketene Dimer) sebagai pembatas diameter spot reaksi yang bersifat hidrofobik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas warna kompleks merkuri (II) ditizon pada kertas meningkat dengan menurunnya diameter spot reaksi, dan diperoleh diameter optimum pada 1 cm. Penggunaan diameter optimum menunjukkan perbedaan intensitas warna untuk konsentrasi merkuri (II) pada konsentrasi 0, 10, dan 20 ppm.

Kata kunci : AKD, asam, ditizon, test kit merkuri, diameter spot reaksi.

PENDAHULUAN
Merkuri (Hg) merupakan bahan beracun yang masih banyak digunakan dalam berbagai aktivitas manusia seperti obat-obatan, cat, kertas, bidang pertanian dan pertambangan emas namun penanganan yang dilakukan masih kurang memadai [1]. Menurut badan POM Indonesia, aktivitas-aktivitas manusia tersebut dapat menghasilkan limbah merkuri hingga 10.000 ton/tahun. Akibat penggunaan merkuri yang melebihi batas aman tersebut kondisi perairan semakin buruk dan ekosistem laut menjadi rusak serta dapat mengakibatkan kerusakan pada sistem saraf, terganggunya kerja enzim, rusaknya selaput dinding (membran) sel, bronkhitis dan rusaknya paru-paru, bahkan dapat menyebabkan kematian.
Beberapa metode standar yang dapat digunakan untuk mendeteksi kandungan merkuri adalah spektrofotometri serapan atom (Atomic Absorption Spectrometry), spektrofotometri UV-Visible dan spektrofotometri sinar tampak. Akan tetapi, metode tersebut menggunakan instrumentasi yang mahal dan kurang cocok untuk analisis di lapangan. Metode alternatif yang sesuai untuk digunakan di lapang adalah test kit. Test kit merupakan alat yang dapat digunakan untuk mendeteksi kadar senyawa berdasarkan pembentukan warna larutan dan mudah dioperasikan.
Pada penelitian ini test kitmerkuri didasarkan pada pembentukan kompleks merkuri(II)- ditizonat, karena ditizon mudah bereaksi dengan merkuri (II) membentuk senyawa kompleks oranye yang stabil dalam kondisi asam. Oleh karena itu, pada penelitian ini perlu dilakukan optimasi konsentrasi asam nitrat untuk mengetahui kondisi asam yang sesuai pada pembentukan kompleks merkuri(II)-ditizonat yang stabil. Oleh karena itu, pada penelitian ini perlu dilakukan optimasi konsentrasi asam nitrat untuk mengetahui kondisi asam yang sesuai pada pembentukan kompleks merkuri(II)-ditizonat yang stabil.

METODE PENELITIAN Bahan dan alat
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat-alat gelas, kertas whatmann neraca analitik, spectronik 20, dan spektrofotometer UV-Vis Shimadzu 1601.
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan bahan kimia pro analisis (p.a) antara lain HgCl2, ditizon, ammonium hidroksida, asam klorida, larutan asam nitrat (HNO3), klorofom (CHCl3), n-heksana (Merck), AKD kecuali akuadem.

Prosedur
Penentuan Konsentrasi Asam Optimum Larutan merkuri 10 ppm dipipet sebanyak 3,2 mL dandimasukkan ke dalam botol ssampel 50 mL, ditambah 16 mL asam nitrat dengan variasi konsentrasi 1,5; 2; 2,5; 3 M dan ditambah 8 mL larutan ditizon 0,003%, dan dikocok. Setelah 8 menit lapisan kloroform yang mengandung kompleks berwarna oranye dari merkuri(II)-ditizonat difoto dan diukur absorbansinya pada panjang gelombang 493,5 nm dengan menggunakan Spectronik 20.

HASIL DAN PEMBAHASAN 
Penentuan konsentrasi asam optimum
Penentuan konsentrasi asam optimum bertujuan untuk mengetahui kondisi konsentrasi asam yang sesuai untuk membentuk kompleks merkuri(II)-ditizonat yang stabil sebagai dasar untuk mendeteksi kandungan merkuri, sehingga diperoleh sensitivitas dan selektivitas yang tinggi. menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi asam meningkatkan absorbansi senyawa kompleks merkuri(II)-ditizonat yang terbentuk, dengan absorbansi optimum dicapai pada penambahan konsentrasi asam nitrat 2 M.


Pembuatan Komparator Warna Test Kit Merkuri Kertas
Penentuan komparator warna test kit merkuri kertas dilakukan untuk mengetahui intensitas warna yang terbentuk pada setiap konsentrasi larutan merkuri. Komparator warna test kit merkuri ini dibuat dengan menggunakan diameter spot reaksi optimum (1 cm) dan asam optimum (2M) pada konsentrasi larutan merkuri 0-10 ppm, 10-100 ppm,

KESIMPULAN
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwakonsentrasi asam nitrat optimum adalah 2 M dan diameter spot reaksi sebesar 1 cm. Pada test kit merkuri berbasis warna larutan dapat digunakan untuk mendeteksi merkuri konsentrasi 0 -10 ppm dan test kit merkuri berbasis warna kertas hanya dapat mendeteksi merkuri konsentrasi 0, 10 dan 20 ppm.

DAFTAR PUSTAKA
1. Fardiaz, S, 1992, Polusi Air & Udara, Penerbit Kanisius, Jakarta.
2. Limbong, D., kumampung, J., Rimper, J., Arai, T., and Miyazaki, N., 2002, Emissions and Environmental Implications of Mercury from Artisanal Gold Mining in North, Sulawesi.
3. Safrul, H., 2003, Pencemaran Merkuri dan Strategi Penanganan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Pongkor, Jawa Barat, tesis, University Indonesia, Jakarta.
4. Subanri, 2008, Kajian Beban Pencemaran Merkuri (Hg) Terhadap Air Sungai Menyuke dan Gangguan Kesehatan padaPenambang Sebagai Akibat Penambangan Emas Tanpa Izin (Peti) Di Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak KalimantanBarat, tesis, Program Pasca Sarjana Magister Kesehatan Lingkungan, Universitas Diponegoro, Semarang.
5. Setiabudi, B. T., 2005,Penyebaran Merkuri Akibat Usaha Pertambangan Emas di Daerah Sangon, Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta, Yogyakarta.
6. Anonimous¹, 1994, Test Kit Definitions and Modifications Guideline, AOAC Research Institute.
7. Rajesh, N., and Gurulakshmanan, G., 2007, Solid Phase Extraction and Spectrophotometric Determination of Mercury by Adsorption of Its Diphenylthiocarbazone Complex On An Alumina Column, ScienceDirect, 69, Pages 391–395, Department of Chemistry, Birla Institute of Technology and Science, India.
8. Rizky, F., Indriana, S., Putra, B., Nashukha, H., dan Gunawan, D., 2012, PKM-P: Pembuatan Test Kit Untuk Mendeteksi Kandungan Merkuri pada Limbah Penambangan Emas Rakyat, Universitas Brawijaya, Malang.
SUMBER : PENGARUH KONSENTRASI ASAM DAN DIAMETER SPOT REAKSI PADA KEMAMPUAN DETEKSI TEST KIT MERKURI(II).

Minggu, 27 September 2015





Termokimia

Pengertian Termokimia

Termokimia adalah cabang kimia yang  berhubungan dengan hubungan timbal balik panas dengan reaksi kimia atau dengan perubahan keadaan fisika.A. Hukum Termokimia*Azas kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan tetapi energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain.*Jumlah energi yang dimiliki sistem dinyatakan dengan energi dalam (E).*Jika sistem menyerap kalor, maka E > 0 sedangkan jika sistem membebaskan kalor, maka E < 0*Hubungan antara energi dalam. kalor dan keda diumuskan dalam hukum termodinamika.
ΔE = q + W
Keterangan:

qΔE = perubahan energi dalam

qq    = jumlah kalor yang diserap atau dilepas sistem

qq    =+ jika sistem menyerap / menerima kalor

qq    = – jika sistem melepaskan kalor

qw    = jumlah kalor yang diterima/dRakukan sistem

qw    =+ jika sistem menerima kera

qw    = – jika sistem melakukan kerja B. Sistem dan Lingkungan*Sistem adalah sejumlah zat atau campuran yang di pelajari sifat-sifat dan perilakunya (bagian dari alam semesta yang sedang jadi pusat perhatian). Sedangkan lingkungan adalah segala sesuatu di luar sistem.*Interaksi antara sistem dan lingkungan dapat berupa pertuakaran materi dan energi.

C. Reaksi Ekeoterm dan Endoterm

D. Entalpi Reaksi
*Perubahan entalpi (ΔH) diukur pada keadaan standar yaitu perubahan entalpi diukur pada suhu 25°C dan tekanan 1 atm yang disebut dengan perubahan entalpi standar (Ho).*Persamaan reaksi yang mengikutsertakan H reaksi disebut persamaan termokimia, contohnya:

E. Perubahan Entalpi Reaksi standar

1. Entalpi Pembentukan Standar (Hof)
vMerupakan kalor reaksi yang diperlukan atau dilepaskan pada pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsurnya pada keadaan standar.

2.Entalpi Penguraian Standar (Hod)
vMerupakan kalor yang dilepaskan atau diserap pada penguraian 1 mol senyawa menjadi unsur-
unsurnya pada keadaan standar. Contoh:
  2. H = +285,8 kJ/mol

  3. Entalpi Pembakaran Standar (Hoc)
qMerupakan kalor yang dilepaskan pada pembakaran 1 mol zat pada keadaan standar. Pada reaksi pembakaran selalu dihasilkan gas CO2 dan H2O yang dikenal juga dengan pembakaran sempurna.

qSedangkan pembakaran tidak sempurna menghasilkan gas CO2 dan H2O.

4.Entalpi Pelarutan Standar(Hos)
qMerupakan kalor yang dilepaskan atau diserap pada pelarutan 1 mol senyawa pada keadaan standar.
F.Kalorimeter
q
qKalorimeter adalah alat yang mengukur kalor yang dilepas ataupun diserap sistem. Pada kalorimeter tidak terjadi perpindahan kalor antara sistem dan lingkungan sehingga berlaku:
qJumlah kalor yang diserap (ditandai dengan suhu yang turun) atau dibebaskan (ditandai dengan suhu naik) larutan dapat ditemukan dengan pengukur perubahan suhunya. Jumlah kalor yang yang diserap atau dibebaskan dapat dirumuskan:
vKeterangan:
1.Q  = kalor yang diserap/dibebaskan (Joule)
m  = massa zat (gr)
3.C  = kalor jenis (J/groC)
4.Δt = perubahan suhu (t2 – t1) oC

G. Hukum Hess
Kalor reaksi yang dibebaskan ataupun yang diserap tidak tergantung pada jalannya reaksi tetapi tergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir reaksiArtinya perubahan entalpi suatu reaksi tetap sama baik berlangsung dalam satu tahap maupun beberapa tahap. Skema dari hukum Hess:

H. Entalpi Reaksi Berdasarkan Data Perubahan

I. Energi Ikatan
*Energi Ikatan adalah energi yang diperlukan untuk memutuskan 1 mol senyawa dalam keadaan gas menjadi atom atom gas. Secara Umum :


   1. 2 H2 + O2 → H2O
  2.H= -404 kJ/mol
Artinya: 2 mol gas H2, bereaksi dengan 1 mol gas O2, menghasilkan 2 mol H2O dengan melepas kalor sebesar 404 kl/mol.
1.Entalpi Pembentukan Standar (Hof)
2. Entalpi Penguraian Standar (Hod)
3. Entalpi Pembakaran Standar (Hoc)
4. Entalpi Pelarutan Standar (Hos)
  H2 + 1/2 O2 → H2O
  H= -285,8 kJ/mol
Artinya: 1 mol gas H2 bereaksi dengan 1/2 mol gas O2  menghasilkan 1 mol H2O dengan melepas kalor sebesar 285,8 kJ/mol
  1. H2O → H2 + 1/2 O2
Artinya: Untuk menguraikan 1 mol H2O menjadi 1 mol gas H2 dan mol gas O2 dibutuhkan kalor sebesar 285,8 kJ/mol.
  Qreaksi = -(Qsistem + Qkalorimeter)
    Q = m.c.ΔT
p A + q B → r C + s D
ΔHreaksiΔHofhasil – ΔHof pereaksi
ΔHreaksi = (r.ΔHofC + s.ΔHofD) – (p.ΔHofA + q.ΔHofB)
 
  ΔHreaksiΔHofpereaksi – ΔHofhasil
http://www.atep-afia.net/2015/09/tugas-01-kpli-reguler-artikel-kimia.html